Jumpa Sapa Virtual Bersama Menteri Nadiem Makariem

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Umum 26 Maret 2021 | Dibaca 190x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Jumpa Sapa Virtual Bersama Menteri Nadiem Makariem

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Jumpa Sapa bersama Menteri Nadiem Makarim yang digelar secara virtual pada hari Kamis (25/3/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala UPT Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbud Zona III. Adapun daerah yang termasuk dalam zona ini adalah Bali, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, NTB, NTT, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

"Pada kesempatan ini, apabila ada pertanyaan terkait teknis, silahkan ditanyakan ke Dirjen yang lebih mengetahui. Namun bila ada pertanyaan terkait visi Kemendikbud dan bagaimana arah dan tujuan dari Kemendikbud ke depannya, silahkan tanyakan langsung ke saya," komentar Nadiem membuka sesi pertanyaan.

Pertanyaan pertama dating dari BPPAUD dan Dikmas Sulawesi Barat, terkait belum adanya ketentuan dari Kemendikbud tentang pakaian seragam untuk para ASN Kemendikbud. "Saya pikir nanti bisa ditanyakan ke Dirjen terkait itu. Tapi sampai sekarang saya juga masih tidak mengerti kenapa pakaian kita harus diseragamkan," jawabnya.

Berikutnya LPMP Gorontalo mengajukan pertanyaan terkait perubahan Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN). Terkait hal ini, Nadiem menjelaskan bahwa dunia internasional mengukur pendidikan negara-negara di dunia dengan PISA (Program for International Student Assessment) yang mencakup literasi membaca, matematika, dan sains, namun dulu Indonesia mengukur dengan masing-masing mata pelajaran. Perbedaannya adalah AN tidak boleh berdampak pada murid. AN bertujuan untuk pemetaan mutu sekolah dan bukan pemetaan mutu murid.

"AN bukan hanya mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan sains, tetapi juga ada survei karakter dan survei lingkungan belajar," sambung Nadiem.

Beberapa pertanyaan lain kemudian bergulir dan satu per satu ditanggapi oleh Nadiem dan di penghujung kegiatan, Nadiem menguraikan beberapa tips yang dapat dilakukan dalam mempelopori perubahan, di antaranya untuk melakukan perubahan, memang harus keras kepala. Kemudian risiko memang tidak dapat dihindari, tapi ambillah risiko terukur. Selanjutnya dalam implementasinya, kulit harus tebal terhadap kritikan tapi jangan terima kritikan itu secara personal. (Firman)



(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Umum 26 Maret 2021 | Dibaca 190x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔19 Agustus 2021

    Bimbingan Teknis Program Pengendalian Gratifikasi Kemendikbudristek Tahun 2021

  • Agenda
    🕔17 Agustus 2021

    Upacara Virtual Peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan RI

  • Agenda
    🕔23 Juli 2021

    Rapat Verifikasi dan Validasi data TIK PKBM Se Sulsel

  • Agenda
    🕔02 Juli 2021

    Forum Konsultasi Publik Standar Layanan BP PAUD dan Dikmas SulSel

  • Agenda
    🕔16 Juni 2021

    Vaksinasi Covid-19 Pegawai BP PAUD dan Dikmas Sulsel

Selengkapnya