Wartawan Deklarasi Anti-Hoaks di BP-PAUD dan Dikmas

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 10 Januari 2019 | Dibaca 147x Diposting oleh: Rusdy Embas
Pagi masih muda, puluhan jurnalis terlihat memadati Ruang Aksara Ilmi di Gedung Panreada, BP-PAUD dan Dikmas, Sulawesi Selatan. Mereka hadir untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Uji Kompetensi Wartawan.

Bimtek ini diselenggarakan oleh Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Sulawesi Selatan. Sejumlah narasumber hadir berbagi pengetahuan selama dua hari.

Bimtek dibuka Direktur Pusdiklat JOIN Sulsel, Zulkarnain Hamson, Kamis (10/1/2019). Hadir sebagai pemateri antara lain Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga; Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Ronald Ngantung; dan Pemimpin Redaksi Pedoman Karya, Asnawin Aminuddin. Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, Zulkifli Gani Otto memberikan materi di sesi akhir bimtek.

Seusai pembukaan, peserta membubuhkan tanda tangan di atas sebuah spanduk ukuran sekitar dua kali satu setengah meter sebagai pernyataan perang terhadap berita hoaks dan ujaran kebencian.  Mereka merupakan jurnalis online dari berbagai daerah dari kabupaten/kota se-Sulsel, bahkan ada juga dari Sulawesi Barat. 

Dalam paparannya sebelum pembukaan, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengajak jurnalis melawan hoaks dan ujaran kebencian dengan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.

"Media adalah mitra strategis kepolisian dalam melawan hoaks yang sering muncul di media konvensional," katanya.

Dikatakan, informasi yang disampaikan jurnalis harus berkualitas, oleh karena itu seorang jurnalis harus membenahi kemampuan pribadi masing-masing agar tidak salah menganalisa dan menyampaikan sebuah berita.

Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Ronald Ngantung membawakan materi teknik melakukan liputan investigasi reporting.

"Informasi yang viral di media sosial, tidak boleh menjadi bahan berita sebelum dilakukan investigasi secara mendalam. Itu agar dapat menghasilkan berita faktual yang mengandung kebenaran dengan sumber-sumber yang kapabel," tambah Ronald.

Invetigasi reporting, katanya, tidak hanya dilakukan pada permasalahan yang belum terungkap, tapi kasus yang sudah diketahui umum dan menarik pun, perlu juga dilakukan penyelidikan agar lebih menarik.

"Menjadi jurnalis investigasi, setidaknya memiliki syarat keberanian selain kecerdasan mencari sumber-sumber berita. Melakukan investigasi memiliki tantangan tersendiri sebab penuh resiko teror. Tapi tak perlu takut asal bekerja sesuai kaidah jurnalistik," katanya.(Rusdy)***


(Sumber Berita: Rusdy Embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 10 Januari 2019 | Dibaca 147x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 Juli 2019

    Bimbingan Teknis Pamong Belajar SPNF-SKB Tahun 2019

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung