SEAMEO CECCEP Telah Lahir

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Umum 25 Juli 2017 | Dibaca 283x Diposting oleh: Firman Rusliawan

SEAMEO CECCEP Telah Lahir

Dalam rangka mendukung program nasional dan melaksanakan implementasi prioritas nomor satu dalam SEAMEO Seven Priority Areas, Indonesia akan mendirikan Regional Centre ke-7 yaitu SEAMEO Regional Centre For Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) di Lembang, Jawa Barat. Peresmian pendirian SEAMEO CECCEP itu dilakukan di sela-sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Menteri Pendidikan ke-49  melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA), Selasa (25/7/2017), bertempat di Hotel Mulia, Jakarta.

Dalam sambutannya saat acara pembukaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan kebanggaannya Indonesia menjadi tuan rumah SEAMEO ke-49. Ia mengatakan, Indonesia akan terus mendukung perkembangan pendidikan, sains, dan budaya di kawasan ASEAN.

"Saya yakin SEAMEO bisa berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup untuk negara anggotanya secara regional," ujar Mendikbud.

Southeast Asian Ministers of Education
(SEAMEO), merupakan organisasi menteri-menteri pendidikan di Asia Tenggara yang memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan, sains, dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, SEAMEO terdiri dari 11 negara, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.


Salah satu agenda utama yang dibahas pada pertemuan ini adalah kemajuan implementasi tujuh prioritas SEAMEO bidang pendidikan tahun 2015-2035 (SEAMEO 7 PRIORITY Areas on Education 2015-2035). Ketujuh prioritas SEAMEO bidang pendidikan tahun 2015-2035 itu adalah: (1) mencapai pendidikan universal bagi anak usia dini; (2) mengatasi hambatan inklusi; (3) Ketahanan dalam menghadapi keadaan darurat; (4) mempromosikan pendidikan keahliaan dan kejuruan, serta pelatihan; (5) revitalisasi pendidikan guru; (6) harmonisasi pendidikan tinggi dan penelitian; serta (7) adopsi kurikulum abad ke-21. 




(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Umum 25 Juli 2017 | Dibaca 283x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

  • Agenda
    🕔09 April 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan PKBM

  • Agenda
    🕔09 April 2018

    Diklat Pengelola Satuan Karya Widya Budaya Bakti (SWBB)

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung