Pegawai PAUD dan Dikmas Perlu Saling Ingatkan Protokol Kesehatan

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 09 Oktober 2020 | Dibaca 48x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Pegawai PAUD dan Dikmas Perlu Saling Ingatkan Protokol Kesehatan

Koordinator Hukum Tata Laksana dan Kepegawaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Suhartono Arham mengatakan, pentingnya setiap pegawai mengingatkan diri sendiri dan lingkungan tentang menjaga protokol kesehatan ketika sedang berada di kantor. 

"Selalu ingatkan diri sendiri dan lingkungan tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan saat di lingkungan kantor," kata Suhartono Arham saat membuka webinar Sosialisasi Prokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Ditjen PAUD, Dikmas, dan Dikmen. 

Webinar yang berlangsung, Kamis (8/10/2020), diikuti ratusan partisipan dari BP-PAUD di seluruh Indonesia. Pegawai harus memberi contoh kepada masyarakat dan memberi informasi pencegahan penyebaran virus corona. 

Suhartono mengatakan, minimal ada tiga hal perlu diingatkan kepada sesama pegawai di lingkungan kantor PAUD dan Dikmas. Yakni, masker tidak boleh dilepas saat berada di kantor, selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan jaga jarak minimal dua meter. Khusus, masker yang dikenakan disarankan diganti saat istirahat siang. 

Terkait budaya kerja, kata Suhartono, berpulang ke pribadi masing-masing. Saat ini, kebiasaan kerja di kantor telah berubah. Tetapi apakah budaya kerja juga sudah berubah atau belum. 

Indikator perubahan budaya menurut Suhartono, terlihat dari cara kerja pegawai yang tidak harus menunggu perintah, tetapi langsung dikerjakan sendiri tugasnya secara otomatis. Tidak menunggu pimpinan menagih hasil perkerjaannya. 

"Buat laporan sebelum diminta. Itu tunjukkan indikator budaya kerja sudah berubah. Tidak nunggu ditagih baru dikerjakan," katanya. 

Dikatakan, setiap pegawai harus memiliki kemauan untuk melakukan yang terbaik. Di masa seperti ini pun, harus tetap jalankan tugas. 

Tentang sekolah tatap muka yang sempat dilakukan sejumlah daerah, Suhartono mengatakan, "Sekolah yang berada di zona hijau dan kuning, jika melakukan pembelajaran tatap muka harus mendapat persetujuan orangtua murid. Pemerintah daerah tidak boleh sesukanya."

Suhartono mengaku, banyak menerima permohonan dari bupati agar diizinkan membuka sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka di kelas. 

"Soal pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka tidak ada toleransi, karena yang diutamakan adalah keselamatan anak-anak," tegas Suhartono. 

Tentang model pembelajaran di masa pandemi Covid-19, Suhartono mengatakan, dalam kaitannya dengan model pembelajaran di masa pandemi Covid-19, perlu dilakukan sosialisasi lingkungan keluarga. 

"Anak-anak memang bosan banyakan di rumah. Begitu pula orangtua. Tetapi bagaimana pun, keselamatan anak prioritas. Model pembelajaran yang dikembangkan untuk memastikan proses belajar tetap bisa jalan dan anak juga tetap aman," katanya mengingatkan.



(Sumber Berita: Rusdi Embas)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 09 Oktober 2020 | Dibaca 48x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Oktober 2020

    Kelas Orangtua Berbagi Sesi 3 "Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini di Rumah selama Masa BDR"

  • Agenda
    🕔06 Oktober 2020

    Bimbingan Teknis PTK PAUD Angkatan III

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

Selengkapnya