Pegawai BP-PAUD dan Dikmas SulSel Pakai Baju Adat Peringati Hari Lahir Pancasila

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 01 Juni 2019 | Dibaca 37x Diposting oleh: Rusdy Embas

Pegawai BP-PAUD dan Dikmas SulSel Pakai Baju Adat Peringati Hari Lahir Pancasila

Pegawai Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan kompak mengenakan busana adat dari berbagai daerah memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2019.

Peringatan berlangsung di Halaman Upacara BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Jl Adhyaksa, Makassar. Kepala BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Pria Gunawan, SH, M.Si yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Hariyono, yang antara lain mengatakan, Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, katanya, kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia. Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, Pasifik dan Hindia, serta diapit dua benua, Asia dan Australia, mengukuhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah-air sebagai satu kesatuan.

"Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara," katanya.

Di wilayah nusantara, lanjutnya, tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari ke-Indonesiaan. Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman.

Dikatakan, Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesiaan baik secara bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam konteks itulah, katanya, sesuai pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Kita berusaha mengenang dan mereflesikan momentum sejarah di mana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. 

Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah seperti yang oleh Bung Karno pernah disebut JAS MERAH. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebgai salah satu kebanggan nasional (national pride).

Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni, bukan suatu yang terpisah dari momentum perumusan Piagam Jakarta oleh panitia kecil tanggal 22 Juni dan mengesahkan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. 

Tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi.Yang diperlukan mulai saat ini adalah, bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai leitstars dinamic, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembagunan bangsa ke depan. Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia.

Sebagai negara bangsa yang inklusif dan chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya, keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun Tamansari Kebudayaan yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua.

Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. 

Kondisi demikian, dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil, dan makmur.

"Melalui peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia. Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. (rusdy)


(Sumber Berita: rusdy embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 01 Juni 2019 | Dibaca 37x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

  • Agenda
    🕔20 Maret 2019

    Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Program PAUD dan Dikmas Tahun 2019

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung