Kerjasama Pendamping PKH, Kunci Sukses SKB Bantaeng Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan

Asmuddin
Kategori Berita: Umum 05 April 2019 | Dibaca 141x Diposting oleh: Asmuddin

Kerjasama Pendamping PKH, Kunci Sukses SKB Bantaeng Menyelenggarakan Pendidikan Kesetaraan

Suara seorang tutor pendidikan kesetaraan Paket B terdengar nyaring dari balik salah satu ruangan kelas, beberapa peserta pendidikan kesetaraan Paket C sedang asik di depan layar komputer, yang lainnya duduk dan bercanda dengan temannya dikursi depan kelas sambil menunggu tutor yang akan mengajar mata pelajaran Matematika di Paket B kelas IX. Seperti itulah gambaran suasana Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) SKB Bantaeng. Ini berlangsung hampir setiap hari, demikian kata Agussalim, salah seorang Pamong Belajar di SKB Bantaeng.

Kondisi ini bisa dimaklumi karena SKB Bantaeng merupakan salah satu lembaga yang rutin dan sukses menyelenggarakan program pendidikan nonformal, termasuk penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A, Paket B, dan Paket C. Apalagi setelah SKB Bantaeng beralih status menjadi Satuan Pendidikan Nonformal dan menjadi salah satu penyelenggara ujian nasional berbasis komputer.

Salah satu yang menjadi kunci sukses penyelenggaraan pendidikan nonformal, khususnya penyelenggaraan pendidikan kesetaraan adalah adanya keterlibatan pihak lain seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). PKH sendiri merupakan program Kementerian Sosial untuk keluarga pra sejahtera. Di tahun ajaran 2018/2019, ada 5 rombongan belajar (rombel) pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan bekerjasama dengan para pendamping PKH. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Pak Agussalim selaku penyelenggara, rombel tersebut antara lain : 1 rombel pendidikan kesetaraan Paket  A, 2 rombel pendidikan kesetaraan Paket B, dan 1 rombel pendidikan kesetaraan Paket C.

Di Kab. Bantaeng, ada sekitar 15 orang pendamping PKH yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. Bentuk keterlibatan para pendamping tersebut antara lain : 1) Menyediakan data sasaran, para pendamping menyediakan data dan mendaftarkan  anak dari keluarga dampingannya untuk melanjutkan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal jika sudah tidak bisa melanjutkan pendidikan di jalur formal, karena jika masih usia sekolah tapi tidak bersekolah, maka keluarga tersebut tidak akan menerima manfaat PKH; 2)  Mengontrol kehadiran peserta didik. Program pendidikan kesetaraan yang melibatkan pendamping PKH memiliki tingkat kehadiran di atas 80%. Ini karena para pendamping terlibat dalam memantau kehadiran peserta didik, bahkan menjemput mereka jika tidak hadir mengikuti pembelajaran; dan 3)  Menjadi tutor, untuk pendamping yang memiliki disiplin ilmu yang relevan, dilibatkan menjadi tutor pada program yang dikerjasamakan.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Agussalim, dengan kerjasama ini, SPNF SKB Bantaeng sangat terbantu dari sisi ketersediaan data dan akurasinya, identifikasi menjadi lebih mudah, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.  Ini bisa dilihat dari besaran persentase peserta didik yang menyelesaikan pendidikannya, dimana sekitar 80% mampu menyelsaikan pendidikannya, kata Agussalim.

(Sumber Berita: Asmuddin)

Asmuddin
Kategori Berita: Umum 05 April 2019 | Dibaca 141x Diposting oleh: Asmuddin

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 Juli 2019

    Bimbingan Teknis Pamong Belajar SPNF-SKB Tahun 2019

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung