Jambore Komunitas Antikorupsi di BP PAUD dan Dikmas

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 22 Oktober 2018 | Dibaca 41x Diposting oleh: Rusdy Embas

Jambore Komunitas Antikorupsi di BP PAUD dan Dikmas

Belasan komunitas antikorupsi berkumpul di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan. Mereka mengikuti Jambore Komunitas Antikorupsi 2018, selama tiga hari. 

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), Giri Suprapdiono, di Aula BPPAUD dan Dikmas Sulsel, Senin (22/10/2018).

Dalam paparanya sebelum membuka kegiatan tersebut, Giri Suprapdiono banyak berkisah tentang perjalanan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. Termasuk sejumlah tantangan yang dihadapi dari mereka yang merasa terusik oleh kehadiran lembaga antirasuah tersebut.

Giri Suprapdiono antara lain mengatakan, kekuatan pemuda dan komunitas tak perlu diragukan lagi. Mereka telah membuktikan dengan membantu dan memperkuat KPK memberantas korupsi di negeri ini. Mereka menjadi teman KPK dalam banyak momen.

"Tapi kalian tahu siapa sesungguhnya teman sejati KPK dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi," tanya Giri Suprapdiono kepada komunitas yang memadati Aula BPPAUD dan Dikmas Sulsel.

"Selain masyarakat sipil, teman sejati KPK adalah rekan-rekan jurnalis yang jumlahnya seratusan lebih dan setiap hari melakukan liputan di KPK," kata Giri Suprapdiono lagi.

Suatu malam, Giri Suprapdiono memulai kisahnya. Ketika itu, KPK didatangai lima petugas yang ingin menangkap penyidik senior KPK Novel Baswedan, namun sebelum niat mereka itu terlaksana, kawan-kawan wartawan sudah bertindak lebih dulu. Saat petugas memasuki gedung KPK, kamera wartawan sudah on semua dan melakukan siaran langsung di media masing-masing.

Hanya dalam hitungan menit saja, insiden itu sudah tersiar ke publik dan mendapat perhatian luar biasa dari publik. Tak lama kemudian, sejumlah tokoh dan masyarakat sipil sudah "membentengi" gedung KPK sehingga penangkapan terhadap Novel urung dilakukan. Masyarakat sipil melindungi KPK. Ini tidak ditemukan di negara manapun di dunia.

Giri Suprapdiono juga berkisah tentang banyaknya oknum yang  sering mengaku-ngaku sebagai petugas dari KPK. Dalam kaitan itu, Giri Suprapdiono memberi sejumlah trik sederhana untuk memastikan oknum itu gadungan atau asli.

"Ajak saja dia ngopi di kantin misalnya. Kalau yang bersangkutan bersedia menerima traktiran maka bisa dipastikan dia itu petugas gadungan, karena petugas KPK tidak boleh menerima traktiran dari siapapun," kata Giri Suprapdiono mencontohkan. (rusdy)


(Sumber Berita: )

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 22 Oktober 2018 | Dibaca 41x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung