Irjen Kemendikbud : Orang Berpendidikan Tabu Berbuat Curang

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 29 Agustus 2019 | Dibaca 131x Diposting oleh: Rusdy Embas

Irjen Kemendikbud : Orang Berpendidikan Tabu Berbuat Curang

Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muchlis Rantoni Luddin, membuka Pembentukan Agen Saya Anak Antikorupsi dan Saya Guru Antikorupsi (SAAK & SGAK) di Aula Anging Mammiri Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) SulSel, Kamis (29/8/2019).

Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari (tanggal 29 hingga 31 Agustus) itu, diikuti guru dan siswa utusan dari sejumlah SMA dan SMK di Makassar. Hadir pula dalam kegiatan itu, Kasatgas Dikdasmen Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano, Sekretaris Dinas Pendidikan SulSel Setiawan Aswad, dan Kepala BP-PAUD dan Dikmas SulSel Pria Gunawan.

Prof Muchlis dalam sambutannya mengingatkan bahwa selama ini ada asumsi yang berkembang di masyarakat yang menyebut bahwa korupsi bisa diberantas dengan memulainya dari lembaga pendidikan yang membina generasi muda.

"Itu karena orang terdidik paham dan patuh untuk tidak berbuat korupsi. Jika itu yang terjadi, maka 80 persen tugas KPK sudah selesai," kata Prof Muchlis.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lanjut Prof Muchlis, diminta menjadi yang terdepan untuk menjadikan Indonesia lebih cepat maju dan berkembang.

"Orang berpendidikan itu tidak boleh berbuat curang dan tahu bahwa melanggar aturan itu berbahaya," kata Prof Muchlis.

Irjen Kemendikbud yang ambil bagian dalam perjuangan melahirkan reformasi ini, mengajak semua pihak untuk sama-sama membangun peradaban dengan cara mengembangkan sikap anti terhadap segala hal yang tidak patut. Seperti antikorupsi misalnya.

"Jika itu bisa dilakukan secara bersama-sama maka Indonesia akan lebih cepat maju dan berkembang," katanya.

Sebelumnya, Kasatgas Dikdasmen Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano mengatakan, pembentukan agen SAAK dan SGAK yang melibatkan anak dan guru sekolah ini sangat penting dalam upaya menanamkan disiplin.

Ini akan menjadi media pembelajaran dalam menginjeksi spirit antikorupsi dalam suasana yang lebih fun.

"Semoga dari ruangan Anging Mammiri ini menjadi titik awal menciptakan Makassar dan Sulawesi Selatan yang lebih baik," kata Guntur. (rusdy)

(Sumber Berita: Rusdy Embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Umum 29 Agustus 2019 | Dibaca 131x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 Juli 2019

    Bimbingan Teknis Pamong Belajar SPNF-SKB Tahun 2019

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung