Inisiasi Kemitraan dengan Kompak dan Pemerintah Desa dalam Penerapan Model Klinik Literasi Keaksaraan

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 25 Februari 2020 | Dibaca 635x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Inisiasi Kemitraan dengan Kompak dan Pemerintah Desa dalam Penerapan Model Klinik Literasi Keaksaraan

Model Klinik literasi keaksaraan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan mendapat apresiasi masyarakat. Asosiasi Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) menawarkan kerjasama untuk merintis klinik literasi keaksaraan ini di beberapa desa di Kabupaten Pangkep dan Bantaeng.

Kompak adalah asosiasi fasilitasi yang berada di bawah koordinasi Bapenas dan didanai oleh pemerintah Australia untuk mendukung pemerintah Indonesia mencapai target mengurangi angka kemiskinan dan rentan hingga mengurangi kesenjangan. 

Penanggung jawab Kompak Region Sulawesi Selatan, Ahmar Djalil, mengatakan, masyarakat miskin dan rentan banyak berasal dari penyandang buta aksara, sehingga sangat relevan jika kami mendukung penerapan model klinik literasi keaksaraan yang dikembangkan oleh BP-PAUD dan Dikmas SulSel.

Inisiasi pertemuan awal untuk berkolaborasi diadakan di ruang rapat lantai dua BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Selasa (25/02/2020). Dihadiri Kepala BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Pria Gunawan, tim pengembang model klinik literasi keaksaraan, ketua Kompak Ahmar Djalil, beserta beberapa koordinator layanannya.

Di sela acara pembukaan, Kepala BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Pria Gunawan, menyampaikan bahwa Balai sangat mengharapkan kerjasama pihak ketiga seperti Kompak agar menerapkan model lebih komprehensif. Apatah lagi, Kompak bekerja di setiap tingkatan pemerintahan untuk mencari solusi dalam menjawab tantangan dalam penyediaan layanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap besar terhadap komitmen Kompak membantu masyarakat miskin dan rentan, apalagi memiliki tim ahli yang tersebar di tingkat provinsi dan kementerian, serta nasional yang memberikan dukungan kepada pemerintah dalam membuat arahan, membangun kapasitas, dan mendukung implementasi hasil", kata Pria Gunawan.

Model klinik literasi keaksaraan adalah rumah bagi kegiatan literasi keaksaraan yang pada aplikasinya menyerupai klinik kesehatan pada umumnya. Klinik ini memberikan layanan pembelajaran baca, tulis, dan hitung (calistung), keaksaraan usaha mandiri, dan sejenisnya, sehingga diharapkan masyarakat yang membutuhkan dapat mendatangi klinik ini untuk mengikuti program keakasaraan hingga terbebas dari buta aksara.

Ketua yang juga penanggung jawab Kompak, Ahmar Djalil, berjanji akan memfasilitasi penerapan model dan mewujudkan klinik literasi keaksaraan ini dengan mengakomodir kebutuhan pendanaan melalui penyusunan RPJM beberapa desa target di Kabupaten Pangkep dan Bantaeng. Apalagi tim Kompak juga dipercaya menjadi pendamping penyusunan RPJM Desa di dua kabupaten tersebut.

Disampaikan juga bahwa langkah taktis awal untuk men-sounding program ini adalah mempelajari kemampuan desa target mendukung program ini, menjaring data buta aksara dari pemerintah desa, serta dari dinas pendidikan setempat, hingga merumuskan pemanfaatan tenaga mahasiswa KKN alternatif sebagai tutor temporari dan merekrut tutor permanen.

(Sumber Berita: Tawakkal Talib)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 25 Februari 2020 | Dibaca 635x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Oktober 2020

    Kelas Orangtua Berbagi Sesi 3 "Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini di Rumah selama Masa BDR"

  • Agenda
    🕔06 Oktober 2020

    Bimbingan Teknis PTK PAUD Angkatan III

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

Selengkapnya