Adaptasi Kebiasaan Baru di Indonesia Finlandia dan Asia Tenggara

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 09 Juli 2020 | Dibaca 117x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Adaptasi Kebiasaan Baru di Indonesia Finlandia dan Asia Tenggara

Dampak pandemi global akibat Covid-19 meliputi segala bidang tanpa kecuali. Penyesuaian diri dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru menjadi tidak terhindarkan. Pada bidang PAUD, Adaptasi Kebiasaan Baru ini melibatkan beberapa pihak sebagai pelaku utama; pemerintah sebagai pembuat kebijakan pendidikan, satuan pendidikan dan guru sebagai sebagai pengimplementasi kebijakan; serta orangtua dan anak sebagai pengguna akhir (end-user) dari kebijakan tersebut.

Keterkaitan ketiga pihak ini dibahas dalam Joint Webinar antara SEAMEO-CECCEP, Kemendikbud, dan Kedutaan Finlandia dengan tema Pembelajaran PAUD di Indonesia, Finlandia, dan Asia Tenggara pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Webinar ini berlangsung kemarin (8/7/2020) melalui live streaming dengan diikuti oleh partisipan yang berasal dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, Singapura, El Salvador dan Ekuador.

Para pembicara pada kegiatan ini adalah Hamid Muhammad (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen); HE. Jari Sinkari (Duta Besar Luar Biasa Finlandia untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN); Joanna Kangas (University of Helsinki); Muhammad Hasbi (Direktur PAUD Kemendikbud); Abdoellah (Direktur GTK PAUD Kemendikbud); dan Dwi Priyono (Direktur SEAMEO-CECCEP).

Finlandia sebagai negara Eropa dengan kultur berbeda dengan Asia, pada masa pandemi ini mengedepankan bagaimana cara belajar dibandingkan apa yang dipelajari. "Kurikulum pendidikan kami menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis bermain (play-based learning approach) yang bertujuan mempersiapkan anak menghadapi lingkungan sosial budaya di sekitarnya. Bukan untuk membuat mereka pintar secara kognitif semata,"ungkap Joanna, peneliti yang juga aktivis PAUD di Finlandia.

Dijelaskan juga, kerjasama yang erat dan simultan dengan orangtua telah ditanamkan jauh sebelumnya di masa normal, sehingga pada masa pandemi dimana orangtua harus berperan sebagai pendidik di rumah bagi anaknya, penyesuaian ini tidak terlalu berat.

Upaya lain ditunjukkan oleh Direktorat GTK PAUD yang telah mengadakan serial webinar bagi guru mulai tingkat PAUD sampai SMU; menerbitkan buku panduan pengajaran dalam masa pandemi bagi guru PAUD; dan menyediakan materi/bahan pembelajaran di website untuk direplikasi oleh guru PAUD.

"Banyak kendala yang dihadapi oleh guru-guru kita di lapangan, tetapi saya pikir wajar karena ini hal baru bagi kita yang tidak terelakkan. Namun demikian kita tetap berupaya untuk memenuhi hak belajar anak dengan mengedapankan hak mereka untuk sehat terlebih dulu," papar Abdoellah.

Muhammad Hasbi menyatakan pandangan yang cukup linear. "Anak stres karena faktor ketiadaan kompetensi pedagogik yang dimiliki orangtua. Ditambah lagi, banyak orangtua yang menganggap PAUD tidaklah penting di masa pandemi ini dan dapat ditunda pemenuhannya. Akan tetapi, masa pertumbuhan/perkembangan anak tidak demikian," ungkapnya.
(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 09 Juli 2020 | Dibaca 117x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Juli 2020

    FGD Validasi Draft Model 2020

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

  • Agenda
    🕔10 Juni 2020

    WEBINAR BPPAUD DAN DIikmas Sulsel "Pentingnya Protokol Kesehatan Covid 19 dalam Kebersamaan"

  • Agenda
    🕔05 Mei 2020

    Workshop Pendidik PAUD Online dengan tema "Bincang Santai I"

  • Agenda
    🕔17 Maret 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas di Sulawesi Selatan Tahun 2020

Selengkapnya