17 Agustus 2020: Peringatan Proklamasi Tanpa Selebrasi

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 18 Agustus 2020 | Dibaca 144x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

17 Agustus 2020: Peringatan Proklamasi Tanpa Selebrasi

Tahun ini, peringatan HUT Republik Indonesia di bulan Agustus menjadi sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini disebabkan kita masih dalam masa pademi Covid-19. Suka atau tidak suka, tahun ini kita memperingati proklamasi, tanpa selebrasi.

Di tengah pandemi Covid-19, upacara peringatan HUT ke-75 RI tak dapat dilaksanakan besar-besaran sebagaimana upacara sebelum-sebelumnya yang penuh kemeriahan.

Kasubbag Tata Usaha BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, Hernawati Syam berkomentar, "Upacara peringatan kemerdekaan bukan satu-satunya kebiasaan yang selama ini dilaksanakan tapi akhirnya harus ditiadakan karena pandemi. Sebelumnya ada mudik yang dibatasi bahkan dilarang, salat Id yang tidak digelar seperti biasanya, bahkan belajar yang biasanya di sekolah sekarang bisa dimana saja."

Bukan hanya di BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, hal serupa juga dijumpai pada kantor Kemendikbud di Senayan Jakarta. Sejumlah acara yang dipersiapkan untuk merayakan tiga perempat abad usia Republik Indonesia pun terpaksa dibatalkan.

Dalam Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, dihimbau untuk tidak mengadakan upacara bendera namun mengikuti upacara di Istana Merdeka melalui platform media televisi atau media sosial.

Kali ini, upacara hanya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta istri dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin beserta istri. Selain itu, yang hadir di Istana Merdeka untuk mengikuti upacara ialah para pejabat yang diberikan tugas membacakan teks proklamasi, pembukaan UUD 1945, dan Pancasila. Jumlah Paskibraka pun dibatasi menjadi delapan orang saja.

Kendati demikian, segala keterbatasan yang diakibatkan pandemi Covid-19 diharapkan tak menghilangkan kekhidmatan upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka pada 17 Agustus tahun ini.

"Pandemi ini merupakan kesempatan kita untuk mengintrospeksi kembali semangat nasionalisme kita, kecintaan kita terhadap tanah air. Apakah hanya sebatas perayaan saja, upacara, atau sebatas lomba-lomba Agustusan? Jika tidak ada upacara dan aneka lomba itu lalu bagaimana kita mengartikan dan memaknai kemerdekaan? Akhirnya pandemi ini mengajarkan kita untuk melihat secara lebih dalam, melihat banyak hal dari substansi, bukan permukaan. Berpikir secara lebih abstrak, bukan konkrit," tambah Hernawati.


(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Umum 18 Agustus 2020 | Dibaca 144x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

  • Agenda
    🕔27 Juli 2020

    FGD Validasi Draft Model 2020

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

Selengkapnya