kembali ke beranda

Program Pendidikan Masyarakat

Laskar Pelangi Broke the Record



Laskar Pelangi Broke the Record

Buta aksara merupakan penghambat utama bagi individu untuk bisa mengakses informasi dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Akibatnya, mereka tidak mampu beradaptasi dan berkompetensi untuk bisa bangikit dari himpitan kemiskinan, kemelaratan, dan keterpurukan dalam kehidupan. Oleh karena itu setiap warga masyarakat perlu memiliki kemampuan keaksaraan pada tingkat tertentu, yang merupakan penguasaan kecakapan keaksaraan secara  fungsional untuk dapat memahami dunia dan berhasil mengangkat derajat hidup dan kehidupannya.

Data buta aksara usia 15 tahun ke atas sampai pada tahun 2008 kurang lebih 9.763.255 atau 5,97% (Sumber; Data Diknas tahun 2008) menjadikan Indonesia masih termasuk 34 negara penyandang buta aksara terbesar. Oleh sebab itu pemerintah secara konsisten melaksanakan program pemberantasan buta aksara sebagai prioritas utama dalam sektor pendidikan.  Menyadari arti pentingnya dan strategisnya pemberantasan buta aksara, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 5  tahun 2006 tanggal 9 Juni 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. 

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut, Balai Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (BPPNFI) Regional V Makassar sebagai salah satu UPT Pusat yang memiliki tupoksi pengembangan dan pengkajian program pendidikan nonformal dan informal, salah satu di antaranya adalah pengembangan model pendidikan Keaksaraan.

TUJUAN
Tujuan penyusunan model ini adalah untuk  bahan acuan bagi pengambil kebijakan  baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam rangka percepatan penuntasan buta aksara.

Program / Kegiatan:

PENGEMBANGAN LABSITE TBM KUNJUNG TAHUN 2014

PENGEMBANGAN LABSITE TBM KUNJUNG TAHUN 2014

Rasionalitas

1)  Masyarakat pulau dan pesisir masih kurang memiliki sarana baca dan informasi;
2)  Masyarakat pulau dan pesisir memiliki penduduk tuna aksara yang tinggi.

 

Tujuan

1)  Memberikan layanan baca bagi masyarakat pulau dan pesisir;
2)  Meningkatkan kemampuan CALISTUNG masyarakat pulau dan pesisir.

 

Sasaran : Masyarakat pulau dan pesisir.

 

Hasil yang Diharapkan

1)  Meningkatnya minat dan keterampilan membaca masyarakat pulau dan pesisir;

2)  Terpenuhinya kebutuhan masyarakat pulau dan pesisir terhadap sarana baca dan

      informasi;

3)  Tersedianya  TBM pada masyarakat pulau dan pesisir.

 

Keunggulan

1)  TBM bergerak untuk menjangkau pulau-pulau kecil;

2)  TBM menyediakan sarana baca dan informasi.

PENGEMBANGAN LABSITE PEMBERDAYAAN PEREMPUAN  DI KOMUNITAS KHUSUS TAHUN 2014

PENGEMBANGAN LABSITE PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KOMUNITAS KHUSUS TAHUN 2014

Rasionalitas
1)  Penyandang tuna aksara di Indonesia berbanding 2/3 jumlah perempuan dari

     laki-laki;
2)  Pemulung salah satu komunitas khusus yang rawan terhadap tuna aksara:

3)  Masih kurang layanan pendidikan keaksaraan bagi komunitas pemulung.  
 
Tujuan
1)  Mengembangkan program keaksaraan bagi komunitas pemulung yang berorientasi

     pada melek CALISTUNG dan usaha mandiri;

2)  Memberdayakan perempuan di komunitas pemulung untuk mengelola sampah

     menjadi produk bernilai ekonomi.

 

Sasaran : Perempuan di komunitas pemulung yang tuna aksara;

 

Hasil yang Diharapkan

1)  Adanya pembelajaran pendidikan keaksaraan  di komunitas pemulung;

2)  Adanya kelompok perempuan kreatif (KPK) yang mengolah sampah menjadi

     produk bernilai ekonomi.

 

Keunggulan
1)  Program pembelajaran keaksaraan lebih efektif dan praktis;

2)  Program pembelajaran keaksaraan yang relevan dengan potensi di komunitas

     pemulung.

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung