Pengrajin Anyaman Lontar Dilatih Kewirausahaan

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Masyarakat 04 Oktober 2018 | Dibaca 21x Diposting oleh: Rusdy Embas

Pengrajin Anyaman Lontar Dilatih Kewirausahaan

Para pengrajin anyaman lontar yang salah satu produksinya adalah songkok guru, di Desa Bonto Kassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, masih berorientasi pada pesanan konsumen, belum berorientasi pada persediaan atau ketersediaan, padahal prospeknya sangat bagus.

Itu terjadi karena mereka mengalami keterbatasan modal usaha dan lemahnya fungsi pemasaran, serta lemahnya networking atau jejaring kemitraan dengan instansi atau lembaga terkait, baik lembaga pemerintah maupun swasta.

"Kendala lain yaitu kurangnya pengetahuan dalam bidang manajemen organisasi dan administrasi keuangan, pembukuan belum tertata dengan baik, serta kurangnya diversifikasi produk yang dihasilkan akibat keterbatasan keterampilan produksi dan belum adanya sentuhan teknologi," tutur dosen Administrasi Publik, Fisipol, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Andi Rosdianti Razak, kepada wartawan di Makassar, Kamis (4/10/2018).

Perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap pengembangan usaha anyaman lontar, lanjutnya, juga terasa kurang, ditambah lagi dengan rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari warisan keterampilan yang sudah turun-temurun di Desa Bonto Kassi dan sekitarnya.

Sehubungan dengan itulah, kata Andi Rosdianti, dirinya bersama Dr Ruliaty (dosen Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar) dan dibantu tiga mahasiswa Fisipol Unismuh, yakni Muskar, Muhlis, dan Andi Karlina, mengadakan pelatihan kewirausahaan yang menitikberatkan pada pengembangan usaha, yang meliputi pelatihan manajemen organisasi, pelatihan produksi, pelatihan administrasi keuangan, serta pendampingan.

Dia mengatakan, ada beberapa kelompok pengrajin anyaman lontar di Desa Bonto Kassi, tetapi pihaknya memberikan pelatihan kepada dua kelompok usaha kerajinan, yaitu Kelompok Lontara Paraikatte yang diketuai Abdul Jabbar Daeng Betta, dan Kelompok Lontara Community yang diketuai Hasni Umar Daeng Tauni.

"Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan yang kami adakan. Program kerja dan tahap selanjutnya yaitu pengembangan produksi dengan berbagai macam produk, agar pasarnya juga berkembang dan produksi hasil kerajinan mereka dapat dikenal secara luas, baik di dalam negeri maupun di mancanegara," tutur Andi Rosdianti. (iksan)


(Sumber Berita: rusdy embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Masyarakat 04 Oktober 2018 | Dibaca 21x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung