Plt Dirjen PAUD Dikdasmen: Jangan Terjebak Istilah "Pelonggaran"

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 29 Juni 2020 | Dibaca 81x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Plt Dirjen PAUD Dikdasmen: Jangan Terjebak Istilah

Dua pekan terakhir, beberapa daerah telah mengumumkan pelonggaran terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai dampak dari penyebaran Covid-19. Keputusan ini dimaknai secara beragam dan menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat, termasuk para pelaku di bidang pendidikan.

Menyikapi fenomena ini, Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen, Hamid Muhammad, memandang perlu memberikan arahan kepada guru-guru PAUD dan pelaku di bidang PAUD terkait bagaimana menyikapi kondisi ini dalam pembelajaran anak usia dini dari rumah. Arahan tersebut disampaikan pada pelaksanaan Bimbingan Teknis Daring Belajar dari Rumah bagi Guru PAUD, pada Jumat 26/06/2020.

"Ibu/Bapak jangan terjebak dengan istilah 'pelonggaran'. Pandemi ini belum berakhir," tegas Hamid Muhammad di awal penjabarannya. Menurut Beliau, kita terlalu prematur untuk menganggap bahwa pelonggaran dilakukan karena pandemi telah selesai. "Pelonggaran ini sebenarnya karena desakan dunia bisnis dan ekonomi, bukan untuk dunia pendidikan," lanjutnya.

Dari sekian banyak persyaratan bagi suatu daerah untuk membuka kembali sekolah-sekolahnya, selalu dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19. Saat ini, daerah yang dapat membuka sekolahnya untuk beroperasi kembali adalah sekolah yang berada di zona hijau; ada izin dari Pemerintah Daerah atau Kementerian Agama; satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka; ada persetujuan dari orangtua atau wali murid terhadap pembelajaran tatap muka. Kalaupun dibuka, untuk PAUD, peserta didik akan dibatasi maksimal lima anak per hari.

"Untuk itu, Ibu/Bapak sebaiknya menyiapkan rencana pembelajaran untuk satu semester ke depan," sarannya. Tentunya dalam hal ini rencana pembelajaran tersebut disesuaikan dengan kondisi pandemi. Misalnya rencana ideal yang sebelumnya beberapa halaman, dipersingkat menjadi satu halaman saja. Demikian pula dengan sarana bermain dan penilaian. Metode inilah yang diajarkan pada bimtek yang sedang berlangsung.

Ditambahkan pula oleh Direktur PAUD, Muhammad Hasbi, "Kita harus aktif berkomunikasi dengan orangtua terkait metode ini, khususnya agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saat ini dapat berlangsung dengan lancar." 

Selain itu, Hasbi juga mengingatkan agar bahan-bahan belajar dapat diantarkan ke rumah peserta didik masing-masing, jika memungkinkan. Namun bila tidak, dikomunikasikan dengan orangtua untuk menggunakan bahan yang mudah ditemukan di rumah.

Arahan via daring ini menggunakan Zoom Meeting dengan dihadiri oleh kurang lebih 700 peserta yang terdiri dari peserta bimtek dari empat provinsi (Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan) ditambah dengan masing-masing panitia.

Di penghujung arahannya, Hamid Muhammad mengutip pernyataan dari WHO bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, dan akan membaik saat vaksin Covid-19 ditemukan. Dan sampai saat itu, kita yang harus menyesuaikan dan beradaptasi.



(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 29 Juni 2020 | Dibaca 81x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

  • Agenda
    🕔10 Juni 2020

    WEBINAR BPPAUD DAN DIikmas Sulsel "Pentingnya Protokol Kesehatan Covid 19 dalam Kebersamaan"

  • Agenda
    🕔05 Mei 2020

    Workshop Pendidik PAUD Online dengan tema "Bincang Santai I"

  • Agenda
    🕔17 Maret 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas di Sulawesi Selatan Tahun 2020

  • Agenda
    🕔24 Februari 2020

    Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Angkatan II bagi Satuan PAUD Tahun 2020

Selengkapnya