PAUD Ceria dan Potret Pengelolaan PAUD di Masa Pandemi

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 18 Agustus 2020 | Dibaca 209x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

PAUD Ceria dan Potret Pengelolaan PAUD di Masa Pandemi

Sejak lahir hingga usia 8 tahun merupakan fase pembentukan kemampuan dasar anak, mulai dari kemampuan motorik, kemampuan kognitif, hingga kemampuan sosial emosional. Menyadari pentingnya menjamin tumbuh kembang anak dalam usia emas ini, pemerintah berkomitmen menyediakan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tetap optimal meski di masa pandemi Covid-19.

"Penyelenggaraan PAUD ini semakin diperhatikan, tidak seperti dulu. Karena PAUD akan jadi dasar bagi pendidikan anak ke depan," kata Bunda Asriani, S.Pd, Kepala TK di PAUD Ceria, saat ditemui di sekolahnya di Jl. Adhyaksa No. 2 Makassar.

Hari itu, Rabu, 5 Agustus 2020, ibu satu anak yang akrab disapa Bunda Ani itu, bercerita tentang pengalamannya menyelenggarakan pendidikan selama merebaknya wabah Covid-19. Katanya, minat orangtua memasukkan anaknya di PAUD Ceria cukup banyak. Lokasi yang strategis, halaman yang luas, lingkungan yang aman dan nyaman, serta fasilitas yang lengkap, menjadi alasan orangtua memilih TK ini. Belum lagi, sekolah dengan akreditasi A untuk TK dan KB ini, merupakan tempat uji coba pengembangan model yang dilakukan oleh BP-PAUD dan Dikmas Prov. Sulawesi Selatan.

Bunda Ani kemudian menunjuk Pustaka Mainan yang berada tepat di tengah gedung sekolah. Pustaka Mainan ini merupakan bantuan Kemendikbud RI. Dikatakan, permainan edukatif yang mereka miliki sangat mendukung. Alat permainan luar sekolah ini rencana akan diperbaharui dan ditambahkan. Selama anak-anak dirumahkan, permainan itu dipinjamkan untuk digunakan di rumah, tapi dicatat dulu, layaknya peminjaman buku. Di Pustaka Mainan itu terdapat alat pertukangan, balok, puzzle, merangkai huruf, peraga baca, 25 Nabi dan Mujizatnya, bentuk-bentuk hewan, dan lain-lain.

Bu Ani bercerita, dia menjadi Kepala Sekolah TK sejak Februari 2018. Di sekolah dua lantai dengan 7 ruang kelas ini, terdapat enam sentra pembelajaran, yakni; Sentra Imtak, Sentra Sains, Sentra Peran, Sentra Balok, Sentra Seni dan Kreativitas, serta Sentra Persiapan. Ditambahkan, untuk anak TK, saat pembelajaran, mereka bergerak dan berpindah dari satu sentra ke sentra berikutnya. Begitupun dengan gurunya. Jadi setiap guru dituntut menguasai semua sentra. Setiap tahun sekolah mengadakan outing class. Guru juga memanfaatkan fasilitas sekitar seperti kolam ikan dan kandang burung sebagai arena pembelajaran.

Untuk tahun ajaran 2020/2021, ada 30 murid baru dan 30-an murid lama. Pendaftaran murid baru dilakukan secara daring, tapi ada juga yang langsung ke sekolah. Alasannya karena ada orangtua yang ingin melihat-lihat sekolah.

"Saat anak diantar mendaftar dan mengambil baju seragam, ada yang sempat bermain-main di halaman dan melihat-lihat ruangan kelasnya," kata Bunda Ani.

Semua murid ikut masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) karena selain perkenalan anak, guru dan pengurus, juga penyampaian program serta informasi terbaru dari sekolah dan yayasan. MPLS dilakukan tanggal 25-26 Juli 2020 lewat aplikasi Zoom.

MPLS diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 9 pagi sampai 12 siang, menggunakan akun kantor. Menariknya, pada hari pertama semua orangtua bergabung dalam MPLS daring itu, tapi pada hari kedua jumlahnya berkurang, mungkin karena akhir pekan.

"Menarik dilihat sewaktu anak ikut MPLS. Ada yang jungkir balik, ada yang baring di sofa, ada yang kelihatan bosan. Anak-anak kan fokusnya cuma sebentar. Anak belum mengerti, beda kalau pengenalan lingkungan sekolah dilakukan secara langsung," kisah Bunda Ani sambil senyum.

Selama masa pandemi Covid-19, ada kebijakan yang berubah. Uang masuk sekolah yang biasanya 3 juta dikurangi menjadi hanya 1 juta rupiah per anak. Keluhan orangtua soal SPP selama belajar dari rumah (BDR) juga direspon. Bila biasanya mereka membayar tiap bulan sebesar 350.000 rupiah, maka selama pandemi ada potongan 100.000 rupiah. Selama BDR, waktu belajar anak juga tidak dipatok pada jam tertentu tapi mengikuti waktu orangtua sehingga lebih fleksibel.

"Tujuan keringanan dan kemudahan ini dilakukan agar semua anak terlayani pendidikan usia dininya," kunci Bu Ani.


(Sumber Berita: Irwan Tando)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 18 Agustus 2020 | Dibaca 209x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

  • Agenda
    🕔27 Juli 2020

    FGD Validasi Draft Model 2020

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

Selengkapnya