Pandemi Covid 19 Berimbas Pada Kesejahteraan Pengelola PAUD

Tawakkal  Talib
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 30 Juli 2020 | Dibaca 33x Diposting oleh: Tawakkal Talib

Pandemi Covid 19 Berimbas Pada Kesejahteraan Pengelola PAUD

Selama masa pandemi, Aktivitas pendidikan bagi anak usia dini termasuk yang diliburkan. Tujuannya, adalah untuk memutus mata rantai pernyebaran virus korona di masyarakat. Dengan begitu, otomatis proses belajar mengajar dihentikan dan dialihkan kerumah sebagai pusat belajar peserta didik. "Pengalihan ini nyaris membuat komponen sekolah kelabakan. Karena kondisinya darurat dan dadakan," ungkap Ahmad Tajuddin, Pengurus Yayasan Cikalia, yang mengelola Raudhatul Athfal (RA) Annur Layang di Makassar. Wabah Covid-19 benar-benar menghantam semua lini kehidupan, tak terkecuali penyelenggara dan sekolah-sekolah.

PAUD RA Annur Layang merupakan PAUD yang didirikan sejak 2008 silam. PAUD ini menggunakan kurikulum Kementerian Agama sehingga pembelajarannya didominasi materi agama. Program pelajaran RA yang terakreditasi B ini menggunakan kurikulum berbasis K-13, berciri khas karakter Islami, kecakapan pembelajaran a bad 21, dan pembelajaran berbasis kearifan lokal.

Lelaki yang akrab disapa Jodi itu mengaku, PAUD yang dikelolanya merasakan dampak langsung akibat Covid-19. Diakui, ada plus-minus sistem belajar di rumah, baik terhadap tenaga pendidik maupun peserta didik. Walaupun mereka terus berproses, bak air mengalir. Namun problematika pembelajaran dirasakannya campur aduk. Menurutnya, orangtua murid yang mendadak jadi tutor pendamping anak di rumah, seperti tak siap. Meski anaknya sendiri, namun diakui orang tua tak punya cukup modal sebagai pendidik dan tak dibekali ilmu parenting. Apalagi pembelajaran jarak jauh (PJJ) via media online merupakan pengalaman baru.

Orang tua dituntut menyediakan budget untuk membeli kuota, sementara selama pembatasan sosial, banyak orang tua kehilangan penghasilan. Belum lagi problem jaringan yang lambat loading (lalod). "Bagi kami, meski tak bertatap muka langsung dengan murid-murid, proses belajar-mengajar harus dilakukan selama kurang lebih dua bulan ini," ungkap Andi Sumartina, guru RA Annur Layang. Andi Sumartina bercerita, kerap kali pembelajaran daring ini minim peserta. Hanya beberapa orang tua yang bisa mengikutkan anaknya belajar, dengan alasan kuota habis tak bisa online. Akibatnya, tugas yang diberikan telat disetor bahkan tidak diberikan sama sekali, sehingga yang bersangkutan harus belajar susulan.

Tentu saja, Yayasan Cikalia, tempat bernaung RA Annur Layang, berempati terhadap 40an murid di sana, termasuk guru-gurunya. Pasalnya, sebagian besar diantara anak-anak itu akan menamatkan pendidikannya pada pertengahan tahun 2020 ini. Di sisi lain, jelas Ahmad Tajuddin,penghentian pembelajaran berimbas pada kesejahteraan tenaga pendidik. Selama anak-anak dirumahkan, orangtua murid menganggap sekolah libur. Sehingga mereka tidak siap menunaikan kewajibannya membayar iuran pendidikan yang dipungut setiap bulan. Padahal sekolah tetap berjalan hanya dipindahkan ke rumah. "Iuran bulanan yang menjadi harapan guru, tak berjalan lagi," ungkap lelaki yang juga sebagai Ketua PAUD Institute Sulawesi Selatan itu. Padahal guru-guru di RA Annur Layang, rata-rata bukan PNS dan bukan penerima tunjangan sertifikasi, sehingga kesejahteraannya mengandalkan iuran bulanan dari orangtua murid.

Meski menurutnya ada subsidi pemerintah melalui dana bantuan operasional pendidikan (BOP), Tapi alokasinya bukan untuk kesejahteraan tenaga pendidik dan penggunaannya sudah ditentukan melalui juknis yang ada. Dia bersyukur, karena guru-guru PAUD punya dedikasi yang tinggi. Walaupun dia sangat berharap problem yang terkait dengan guru-guru PAUD dan penyelenggaraan pendidikan PAUD yang dikelola swasta bisa dicarikan solusinya. (Irwan Tando).
(Sumber Berita: Irwan Tando)

Tawakkal  Talib
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 30 Juli 2020 | Dibaca 33x Diposting oleh: Tawakkal Talib

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Juli 2020

    FGD Validasi Draft Model 2020

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

  • Agenda
    🕔10 Juni 2020

    WEBINAR BPPAUD DAN DIikmas Sulsel "Pentingnya Protokol Kesehatan Covid 19 dalam Kebersamaan"

  • Agenda
    🕔05 Mei 2020

    Workshop Pendidik PAUD Online dengan tema "Bincang Santai I"

  • Agenda
    🕔17 Maret 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas di Sulawesi Selatan Tahun 2020

Selengkapnya