Media Belajar Anak Usia Dini di Rumah Lebih Sederhana

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 21 Oktober 2020 | Dibaca 76x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Media Belajar Anak Usia Dini di Rumah Lebih Sederhana

"Ketika ada niat pemerintah merumahkan anak sekolah karena corona, Saya langsung teringat bahwa anak di rumah perlu ada bimbingan, sementara saya harus tetap beraktivitas," begitu kata Hasna, orangtua anak peserta didik TK Al Falah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mengawali sesi berbagi pengalaman melalui Webinar Kelas Orangtua Berbagi, Rabu (14/10/2020).

Webinar Kelas Orangtua Berbagi Sesi 4 yang dimoderatori Pamong Belajar Muda BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sul-Sel, Dian Rachmawati, itu menghadirkan narasumber ahli, Farah Farida Tantiani (Dosen Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang) dan dua orangtua yang mengisahkan pengalaman mendampingi anaknya belajar di masa pandemi Covid-19.

Hasna yang berlatar belakang sarjana pendidikan itu mengatakan, media belajar bagi anak usia dini di rumah lebih sederhana. Bahkan, kegiatan baru mendampingi anak itu lebih menyenangkan.

"Setelah melakukannya selama beberapa hari di rumah, ternyata bisa menyenangkan," kata Hasna pada webinar yang diikuti ratusan partisipan itu.

Misalnya, anjuran membiasakan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Ketika anak bertanya, jelaskan bahwa itu dilakukan agar mereka sehat. Anak belajar bahwa air itu ciptaan Allah. Dalam kegiatan itu terkandung pelajaran agama dan hidup sehat.

Ketika anak diajak bercerita tentang kesukaaannya pada kegiatan menggambar di sekolah. Karena anak sukanya mewarnai, maka bisa diajarkan tentang bagaimana memadukan kombinasi warna yang sesuai.

Jika di sekolah anak senang menggunting kertas bersama teman. Maka saat di rumah, ajak anak ke samping rumah. Aktivitasnya mengambil daun kering sembari mengajarkan menggunting. Mereka senang memperhatikan hasilnya saat daun hasil guntingannya ditempel.

Sore harinya, ajak lagi anak ke taman memperkenalkan daun, bunga, dan akar sambil mengajari mereka tentang warna terkait dengan tanaman yang jadi media belajarnya. Misalnya warna hijau, merah, putih, kuning, dan warna lainnya yang mereka lihat.

"Saat itu, mereka langsung mengelompokkan sesuai warna dan belajar menghitung jumlah daun dan bunga di dalam satu pot," kata Hasna tentang aktivitasnya bersama anak di rumah semasa pandemi Covid-19.

Pagi hari, minta anak membantu melipat sendiri selimutnya. Dalam kesempatan ini bisa diajarkan berbagai bentuk lipatan selimut segi empat. Ada sudut dan ada sisi. Sama seperti jendela dan buku yang berbentuk segi empat.

Jadi, anak tidak melulu bikin gaduh jika belajar di rumah. Sebaliknya, dia membantu dan langsung disisipkan pembelajaran. Misalnya anak datang ketika sedang memasak, bisa diajarkan menghitung sendok yang digunakan, dia akan langsung mengelompokkan barang yang digunakan saat memasak.

Atau mengenalkan mereka tentang udang yang sedang diolah misalnya. Mulai dari ekor, tubuh, rambut, kepala, dan mata udang yang dimasak.

"Pada dasarnya, banyak hal di rumah yang bisa menjadi alat atau media belajar bagi anak" tutur Hasnah.



(Sumber Berita: Rusdi Embas)

Yulfien Pasapan
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 21 Oktober 2020 | Dibaca 76x Diposting oleh: Yulfien Pasapan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Oktober 2020

    Kelas Orangtua Berbagi Sesi 3 "Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini di Rumah selama Masa BDR"

  • Agenda
    🕔06 Oktober 2020

    Bimbingan Teknis PTK PAUD Angkatan III

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

Selengkapnya