Komunikasi Efektif Orang Tua dan Guru Selama Masa BDR

Tawakkal  Talib
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 25 September 2020 | Dibaca 108x Diposting oleh: Tawakkal Talib

Komunikasi Efektif Orang Tua dan Guru Selama Masa BDR

BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Kelas Orang Tua Berbagi Sulawesi Selatan Sesi 2, melalui aplikasi Zoom, Rabu (23/09/2020). Webinar kali ini mengusung tema "Komunikasi Efektif Orang Tua dan Guru Kelas Selama Masa Belajar dari Rumah (BDR) di Sulawesi Selatan." 

Kelas orang tua berbagi merupakan program nasional Kemendikbud yang diinisiasi oleh Direktorat PAUD, bertujuan untuk membangun kesadaran orangtua/wali akan pentingnya terlibat dalam pendidikan anak, temasuk didalamnya mengembangkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Dikemas dalam bentuk talkshow online dimana orangtua akan sharing pengalaman selama pembelajaran di masa pandemi.


Kegiatan yang dimoderatori Rusdiana (Pamong Belajar Madya pada BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulsel) ini dihadiri 207 orang partisipan, dan berlangsung sekitar 3 jam.

Tampil sebagai keynote speaker mewakili Bunda PAUD Provinsi Sulsel, Ibu Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Naomi Oktarina. Menghadirkan narasumber ahli, Eva Meizara Puspita Dewi, S.Psi, M.Si., Psikolog yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, sekaligus
Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) Wilayah Sulawesi. Sementara sebagai narasumber orang tua, yaitu: Mardiwati (orang tua pada TK Kemala Bhayangkari 14 Takalar), dan Hasrida Muhajir (orang tua pada TK di Parepare).

Naomi Oktarina menyampaikan bahwa dalam masa pandemi ini komunikasi antara guru dan orang tua menjadi sangat penting untuk mengetahui kemajuan belajar anak, dan menemukan cara untuk memecahkan masalah secara bersama antara orang tua dan guru.
Beliau pun membagikan tips bagi peserta bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru.

"Komunikasi ki' sesering mungkin dengan guru kelas anak, pilih media komunikasi yang cocok dan nyaman untuk semua, saling menghargai/mengapresiasi peran dan keterlibatan masing-masing dalam pendidikan anak, dan tidak membuat asumsi," katanya.
 

Sementara itu, Mardiwati dan Hasrida Muhajir, serta beberapa peserta, turut berbagi pengalaman mengemukakan tips dan kendala yang mereka hadapi selama kurang lebih enam bulan masa BDR. Keterbatasan orang tua maupun guru dalam mengakses fasilitas teknologi, seperti internet dan smart phone, sangat mempengaruhi keberlangsungan BDR.    

Pada kesempatan yang sama, narasumber ahli Eva Meizara menyatakan tidak mudah menjadi orang tua sekaligus guru dalam masa pandemi. Selama ini orang tua dan guru berbagi peran.

"Posisi orang tua adalah yang paling berat. Banyak beban kuota, gawai, material. Pusing bagi waktu working from home (WFH) dan studying from home (SFH). Jenuh dan lelah," kata Eva.


Dikatakan, peran guru tidak dapat digantikan oleh media sosial. Bahkan karakter anak di rumah dan di sekolah bisa muncul berbeda. Hasil pembelajaran offline dan online pun tentu tidak bisa sama. Penelitian menunjukkan bahwa BDR kurang efektif atau tidak optimal dalam pencapaian standar.

"Data LBH APIK menunjukkan peningkatan KDRT dimasa Covid, bahkan ada anak yang meninggal karena kekerasan orang tua dalam mendampingi anak belajar," kata Eva.
 
Lebih lanjut, Eva mengungkapkan bahwa anak-anak mulai kecanduan gadget dimasa BDR.
Anak butuh dukungan psikologis untuk berkembang (emosional dan sosial), padahal tidak semua orang tua mampu mendampingi anak-anak dengan baik. Sinergi antara rumah-sekolah yang baik akan berdampak positif bagi siswa, guru, dan orang tua. Eva pun tak segan berbagi tips sukses ber-BDR untuk para peserta.

"Untuk orang tua, pastikan sudah mandi dan makan, dampingi anak, ciptakan kondisi yang nyaman, siapkan peralatan/fasilitas, terapkan disiplin, dan nikmati proses. Tips untuk guru: kerjasama dengan orang tua, munculkan semangat belajar anak-anak, berikan ruang kreativitas, dan berikan umpan balik," jelas Eva berbagi tips.  


Selanjutnya Eva Meizara memberikan closing statement bahwa kondisi BDR telah menyadarkan orang tua bahwa pendidikan anak itu tanggung jawab orang tua, menuntut kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang menarik dan tercapai tujuan, dan menguji kesungguhan pada siswa dalam mengikuti dan menyelesaiakan tugas yang ada.

"Mari utamakan kesehatan dan jangan lupa bahagia. Kunci kesuksesan anak-anak saat ini adalah dari kerjasama orang tua dan guru," tutup Eva Meizara.



(Sumber Berita: Yulfien Pasapan)

Tawakkal  Talib
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 25 September 2020 | Dibaca 108x Diposting oleh: Tawakkal Talib

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Oktober 2020

    Kelas Orangtua Berbagi Sesi 3 "Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini di Rumah selama Masa BDR"

  • Agenda
    🕔06 Oktober 2020

    Bimbingan Teknis PTK PAUD Angkatan III

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

Selengkapnya