Guru PAUD Harus Bangga dengan Profesinya

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 12 September 2018 | Dibaca 61x Diposting oleh: Rusdy Embas

Guru PAUD Harus Bangga dengan Profesinya

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, meminta guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bangga dengan profesinya dan tidak minder terhadap guru lainnya. 

"Saya berharap guru PAUD jangan minder dengan guru lainnya. Bagaimana bisa membangun kepercayaan diri siswa kalau gurunya sendiri yang tidak percaya diri. Olehnya itu saya minta mulai saat ini, para guru PAUD kita harus bangga dengan profesinya," kata Tomy dalam sambutannya pada Workshop Guru Berkarakter, Rabu (12/9/2018).

Tomy juga mengatakan, Indonesia dan Korsel hanya berbeda dua hari dalam memproklamirkan hari kemerdekaannya. Namun pada perkembangannya, fakta menunjukkan Korea Selatan jauh lebih maju dibanding Indonesia. Itu karena perbedaan strategi pembangunan.

Dari awal, lanjut Tomy Satria, Korsel melakukan investasi Sumber Daya Manusia sedangkan Indonesia lebih memilih investasi Sember Daya Alam dengan melakukan eksploitasi alam.

"Hasilnya hari ini, ibu-ibu sekalian menikmati produk handphone dari Korea Selatan bermerek Samsung, begitu pula peralatan di rumah lebih familiar dengan produk Korea Selatan," katanya.

Menurutnya kebijakan investasi SDM bagi sebagian kalangan masyarakat tidak populis, karena tolok ukur pembangunan adalah pekerjaan fisik seperti jalanan, jembatan atau pembangunan fisik lainnya. Risiko investasi SDM itu hasilnya baru bisa dinikmati 20 atau 30 tahun ke depan.

Dikatakannya, ada dua profesi yang membutuhkan keahlian khusus, yaitu profesi kesehatan dan profesi pendidikan. Relevansinya dengan kegiatan tersebut, para guru harus membangun keyakinan bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia.

"Analoginya, jika siswa itu diibaratkan tumbuhan, maka para guru PAUD memiliki peran penting dalam menyemai bibit-bibit yang baik untuk tumbuh di kemudian hari," katanya.

Namun sayangnya, para guru PAUD sepi dari ucapan terima kasih. Faktanya tidak ada reuni alumni taman kanak-kanak, yang ada hanya reuni alumni SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Artinya para guru PAUD harus bersiap-siap dilupakan. Itulah mungkin juga yang menyebabkan para guru-guru PAUD kita, lanjut Tomy, menjadikan mereka merasa minder bila bertemu dengan guru-guru tingkatan lebih tinggi.

"Saya berharap para guru PAUD ini jangan minder dengan guru lainnya. Bagaimana bisa membangun kepercayaan diri siswa kalau gurunya sendiri yang tidak percaya diri. Olehnya itu saya minta mulai saat ini, para guru PAUD kita harus bangga dengan profesinya," tuturnya. (Fikran)


(Sumber Berita: Rusdy Embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Pendidikan Anak Usia Dini 12 September 2018 | Dibaca 61x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung