MODEL PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA AKSARA (PPBA) MELALUI PELIBATAN GURU BERBASIS ZONASI




[ Download Lampiran ]


Masyarakat buta aksara masih  menjadi salah satu permasalahan bangsa Indonesia dan senantiasa diperhatikan dan ditangani secara serius oleh pemerintah,  masyarakat dan seluruh pemangku kebijakan namun hingga saat ini masalah buta aksara tersebut belum tuntas. Data Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas menyebutkan pada akhir tahun 2017  persentase buta aksara usia 15-59 tahun sudah  turun hingga 3,4 juta orang atau sekitar 2,068%   dari jumlah penduduk Indonesia. Sulawesi Selatan adalah salah satu propinsi yang masih memiliki masyarakat buta aksara cukup tinggi prosentase di atas rata-rata nasional yaitu  4,49 %. Sebahagian besar buta aksara tersebut berada pada daerah  pedesaan dan terpencil. Berdasarkan permasalah tersebut maka perlu upaya  lebih cepat lagi dalam percepatana penuntasan buta aksara  baik dari sisi waktu maupun besarnya jumlah sasaran. Pengembangan model pendidikan keaksaraan yang diharapkan dapat mendukung percepatan penuntasan buta aksara perlu diarahkan pada  pembelajaran yang menarik, dengan melibatkan pendidik atau guru-guru   yang berpengalaman dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dan bertempat tinggal di sekitar sasaran atau berbasis zonasi, sehingga percepatan penuntasan buta aksara dapat terwujud. Model  percepatan penuntasan buta aksara  melalui  pelibatan guru berbasis zonasi adalah model  percepatan penuntasan buta aksara yang dikembangkan  kerjasama dengan pemerintah setempat. Melalui kebijakan pemerintah  percepatan penuntasan buta aksara melibatkan  guru-guru atau pendidik yang sudah berpengalaman di setiap desa atau lokasi sasaran.


Bahan Ajar

PANDUAN PEMBELAJARAN MODEL PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA AKSARA MELALUI PELIBATAN GURU BERBASIS ZONAS
PANDUAN  PEMBELAJARAN MODEL PERCEPATAN PENUNTASAN BUTA AKSARA  MELALUI PELIBATAN GURU BERBASIS ZONAS
Pembelajaran sangat penting dalam percepatan penuntasan buta aksara karena merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Melalui pembelajaran terjadi  proses interaksi antara pendidik dan peserta didik, sehingga perlu metode, strategi dan media pembelajaran yang praktis, menarik dan sesuai situasi kondisi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat. Pembelajaran dalam percepatan penuntasan buta aksara menggunakan media belajar  audiovisual dan kartu permainan domino aksara yang praktis, menarik dan mudah dipahami peserta didik.  Media pembelajaran audiovisual dapat menggunakan Labtop, Tablet atau HP android yang dirancang untuk digunakan oleh pendidik pendidikan keaksaraan dalam pembelajaran  awal. Agar peserta didik tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran maka perlu  menggunakan metode,  strategi dan media pembelajaran yang bervariatif. Metode, strategi dan media pembelajaran bervariatif yang dimaksud dalam pengembangan model  percepatan penuntasan  buta aksara melalui pelibatan guru berbasis zonasi ini adalah  selain melalui media audiovisual diselingi dengan pembelajaran melalui kartu domino aksara. Karu domino aksara   dilakukan  sama dengan bermain domino namun kartunya berisi gambar dan tulisan yang mengandung unsur aksara atau pembelajaran baca, tulis dan hitung.
[ Download Bahan Ajar ]

Agenda

  • Agenda
    🕔23 September 2020

    Undangan Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Orientasi Teknis Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Tahun 2020

  • Agenda
    🕔08 September 2020

    Undangan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Pendidik/Tutor Bantu bagi SKB

  • Agenda
    🕔27 Juli 2020

    FGD Validasi Draft Model 2020

  • Agenda
    🕔22 Juni 2020

    Bimbingan Teknis Dalam Jaringan (Bimtek Daring) bagi guru, mitra, dan Penilik PAUD.

Selengkapnya