PENGEMBANGAN BAHASA MELALUI DONGENG TRADISIONAL




[ Download Lampiran ]


Dongeng mempunyai beberapa jenis, yaitu dongeng lucu, fabel (cerita binatang), parabel (tokoh khayalan), legenda (asal-usul suatu daerah), sage (dongeng sejarah), dan mite (kepercayaan masyarakat yang tidak terbukti kebenarannya).

Kegiatan dongeng sering dilakukan oleh para orang tua disaat menjelang tidur ataupun saat waktu senggang bersama anak-anaknya. Dengan mendongeng, para orang tua akan lebih dekat dengan anak-anaknya. Anak-anak pun akan mengenal cerita-cerita rakyat di Nusantara ini. Tidak hanya sekedar mengenal cerita rakyat, namun juga mampu menumbuhkan imajinasi serta inspirasi kepada anak.

Kegiatan dongeng yang dilakukan oleh guru di lembaga PAUD atau pendongeng kepada anak-anak bisa menjadi media komunikasi yang menarik. Menarik karena para pendongeng biasanya akan menggunakan bahasa yang lucu dibantu dengan alat peraga yang dibuat menarik. Selain itu, pendongeng juga akan menggunakan penekanan suara dan gerak tubuh (gesture) untuk menghidupkan cerita yang disampaikan. Jika sudah menarik para anak-anak untuk mendengarkan dongeng tersebut, maka pelajaran atau pun nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita dongeng tersebut akan lebih mudah ditangkap oleh anak-anak.

Namun kini dongeng seperti tak lagi dikenal oleh anak-anak. Para orangtua maupun guru tidak lagi melihat dongeng sebagai kebutuhan bagi anakanak di sekolah. Hal ini berdasarkan hasil identifikasi pada beberapa lembaga PAUD di dua kabupaten yakni kabupaten Takalar dan Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan memperlihatkan kalau kegiatan dongeng sangat jarang dilakukan oleh guru pada kegiatan pembelajaran. Bahkan dongeng tidak memiliki jadwal tertentu di dalam kegiatan inti pada rencana


Bahan Ajar

BAHAN AJAR MODEL PENGEMBANGAN BAHASA MELALUI DONGENG TRADISIONAL
BAHAN AJAR MODEL PENGEMBANGAN BAHASA MELALUI DONGENG TRADISIONAL
Dongeng mempunyai beberapa jenis, yaitu dongeng lucu, fabel (cerita binatang), parabel (tokoh khayalan), legenda (asal-usul suatu daerah), sage (dongeng sejarah), dan mite (kepercayaan masyarakat yang tidak terbukti kebenarannya).

Kegiatan dongeng sering dilakukan oleh para orang tua disaat menjelang tidur ataupun saat waktu senggang bersama anak-anaknya. Dengan mendongeng, para orang tua akan lebih dekat dengan anak-anaknya. Anak-anak pun akan mengenal cerita-cerita rakyat di Nusantara ini. Tidak hanya sekedar mengenal cerita rakyat, namun juga mampu menumbuhkan imajinasi serta inspirasi kepada anak.

Kegiatan dongeng yang dilakukan oleh guru di lembaga PAUD atau pendongeng kepada anak-anak bisa menjadi media komunikasi yang menarik. Menarik karena para pendongeng biasanya akan menggunakan bahasa yang lucu dibantu dengan alat peraga yang dibuat menarik. Selain itu, pendongeng juga akan menggunakan penekanan suara dan gerak tubuh (gesture) untuk menghidupkan cerita yang disampaikan. Jika sudah menarik para anak-anak untuk mendengarkan dongeng tersebut, maka pelajaran atau pun nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita dongeng tersebut akan lebih mudah ditangkap oleh anak-anak.

Namun kini dongeng seperti tak lagi dikenal oleh anak-anak. Para orangtua maupun guru tidak lagi melihat dongeng sebagai kebutuhan bagi anakanak di sekolah. Hal ini berdasarkan hasil identifikasi pada beberapa lembaga PAUD di dua kabupaten yakni kabupaten Takalar dan Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan memperlihatkan kalau kegiatan dongeng sangat jarang dilakukan oleh guru pada kegiatan pembelajaran. Bahkan dongeng tidak memiliki jadwal tertentu di dalam kegiatan inti pada rencana

[ Download Bahan Ajar ]

Agenda

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

  • Agenda
    🕔09 April 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan PKBM

  • Agenda
    🕔09 April 2018

    Diklat Pengelola Satuan Karya Widya Budaya Bakti (SWBB)

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung