Model Pemberdayaan Perempuan Nelayan Melalui Program Pendidikan Keaksaraan Berbasis Keterampilan




[ Download Lampiran ]


Penduduk perempuan yang jumlahnya mencapai setengah dari total penduduk Indonesia merupakan sumber daya pembangunan yang besar. Di beberapa aspek pembangunan, perempuan kurang dapat berperan aktif, hal ini disebabkan karena kondisi yang kurang menguntungkan dibandingkan laki-laki, seperti peluang dan kesempatan yang terbatas dalam mengakses dan mengontrol sumberdaya, sistem upah yang merugikan, serta tingkat kesehatan dan pendidikan yang rendah. Adanya kesenjangan kesempatan dan kemampuan laki-laki dan
perempuan menyebabkan perempuan dapat menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam menangani berbagai masalah sosial ekonomi yang diarahkan pada pemerataan hasil pembangunan. 

Berbagai upaya dan usaha yang dilakukan pemerintah sejak tahun 1978 telah membantu meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, kemajuan dan keberhasilan tersebut belum dapat mengena secara merata pada sebagian besar perempuan, terlebih  pada perempuan pesisir/pulau yang masih mengalami berbagai  ketinggalan. Bila keadaan tersebut berlanjut maka perempuan yang jumlahnya lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia dapat menjadi beban pembangunan dan bukan sebagai sumberdaya pembangunan yang berpotensi.

Oleh karena itu, peranan perempuan dalam pembangunan masyarakat perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menangani berbagai masalah sosial dan ekonomi dan pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas.

Masyarakat nelayan khususnya kaum perempuannya merupakan anggota masyarakat yang kurang beruntung, karena rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap kreatif, sehingga perlu diberdayakan melalui pemberian pengetahuan dalam bentuk introduksi teknologi  menambah wawasan life-skills dan manajemen keluarga.

Berdasarkan latar belakang di atas, tahun 2016 BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan merencanakan kegiatan pengembangan model pendidikan masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Perempuan Nelayan Melalui Program Pendidikan Keaksaraan Berbasis
Keterampilan”. Guna memberikan gambaran dan acuan mengenai pengembangan Model Pemberdayaan Perempuan Nelayan Melalui Program Pendidikan Keaksaraan Berbasis Keterampilan, maka diperlukan model yang terstruktur dan sistematis. 


Bahan Ajar

PANDUAN PEMBELAJARAN MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN BER
PANDUAN PEMBELAJARAN MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN  MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN BER
Penduduk perempuan yang jumlahnya mencapai setengah dari total penduduk Indonesia merupakan sumber daya pembangunan yang besar. Dalam beberapa aspek pembangunan, perempuan kurang dapat berperan aktif, hal ini disebabkan karena kondisi yang kurang menguntungkan dibandingkan laki-laki, seperti peluang dan kesempatan yang terbatas dalam mengakses dan mengontrol sumberdaya, sistem upah yang merugikan, serta tingkat kesehatan dan pendidikan yang rendah. Adanya kesenjangan kesempatan dan kemampuan laki-laki dan perempuan menyebabkan perempuan dapat menjadi mitra kerja aktif laki-laki dalam menangani berbagai masalah sosial ekonomi yang diarahkan pada pemerataan hasil pembangunan. 

Oleh karena itu, peranan perempuan dalam pembangunan masyarakat perlu terus ditingkatkan, terutama dalam menangani berbagai masalah sosial dan ekonomi dan pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas. Untuk dapat melibatkan secara optimal peran kelompok perempuan, yang secara kualitas dianggap masih rendah padahal merupakan sumberdaya manusia yang potensial, diperlukan sebuah upaya yang nyata dan berkesinambungan untuk meningkatkan kemampuan kaum perempuan. Dalam berbagai bidang, kurangnya partisipasi kaum perempuan dalam berbagai kegiatan selama ini lebih disebabkan oleh adanya hambatan kultural yang berasal dari konstruksi nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.  

Masyarakat nelayan khususnya kaum perempuannya merupakan anggota masyarakat yang kurang beruntung, karena rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap kreatif, sehingga perlu diberdayakan melalui pemberian pengetahuan dalam bentuk introduksi teknologi menambah wawasan life-skills dan manajemen keluarga.

Berdasarkan latar belakang di atas, tahun 2016 BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan mengembangkan model pendidikan masyarakat dengan judul “Pemberdayaan Perempuan Nelayan Melalui Program Pendidikan Keaksaraan Berbasis Keterampilan”. Untuk kemudahkan para penyelenggara dilapangan melaksanakan model ini,  diperlukan panduan pembelajaran program pemberdayaan perempuan nelayan melalui pendidikan keaksaraan berbasis keterampilan. 

[ Download Bahan Ajar ]

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung