Model Evaluasi Paket C Vokasi 2015




[ Download Lampiran ]


Pendidikan adalah kebutuhan penting bagi kehidupan manusia yang dilakukan oleh manusia untuk pengembangan nilai-nilai moral, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupannya. Kehidupan manusia dan masyarakat akan menjadi lebih manusiawi apabila dilakukan dengan melibatkan aktivitas pendidikan yang berlangsung sepanjang hayat oleh semua warga masyarakat. Kegiatan pendidikan itu diarahkan untuk mengembangkan kecerdasan spritual, emosional, intelektual, sosial, dan kinestetik dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan manusia yang lebih baik dan kompetitif dalam kehidupan global.

Arah kebijakan pendidikan di Indonesia sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 mencakup tiga jalur pendidikan; pendidikan formal, nonformal, dan informal. Pendidikan nonformal dilandasi oleh filsafat yang sekurang-kurangnya mencakup enam hakikat. Pertama, hakikat kehidupan manusia yang baik adalah adanya interaksi antarmanusia baik secara individu maupun kelompok.  Kedua, hakikat masyarakat Indonesia adalah individu, kelompok, dan komunitas yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan masyarakat madani dengan ciri penghargaan terhadap hak asasi manusia, kebhinekaan, pelestarian lingkungan hidup, dan kesetaraan gender. Ketiga, peserta didik adalah individu, kelompok, atau komunitas yang mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik melalui proses pendidikan. Keempat, pendidik adalah agen pembelajaran dan pembaharuan untuk membudayakan manusia dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Kelima, proses pendidikan adalah bantuan pendidik kepada peserta didik dalam bentuk bimbingan, pembelajaran, dan/atau pelatihan yang dilakukan secara sadar dan terencana bagi peranannya dalam kehidupan di masa depan. Keenam, hakikat kebenaran adalah realitas yang didasarkan pada rasio, pengalaman, manfaat, dan pilihan nilai.

Strategi pembangunan pendidikan dan kebudayaan Kemendikbud tahun 2015-2019 berfokus pada tiga strategi yaitu 1) Penguatan pelaku pendidikan dan kebudayaan, 2) Peningkatan mutu dan akses, dan 3) Pengembangan efektivitas birokrasi melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan publik. Seluruh pemangku tanggung jawab pendidikan di tingkat pusat maupun daerah memegang amanat untuk menjalankan ketiga strategi tersebut dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing, baik melalui jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.

Prosedur pengembangan pada program BPPAUDNI Regional III dilaksanakan melalui beberapa  tahapan; mulai dari menyusun TOR, desain identifikasi kebutuhan belajar masyarakat, desain pengembangan sampai pada laporan hasil ujicoba pengembangan. Pada tahap ini, tim pengembang menyusun laporan ujicoba pengembangan sebagai hasil akhir kegiatan pengembangan program. Hasil ujicoba pengembangan inilah yang akan menjadi dasar untuk melahirkan sebuah model, khususnya model Evaluasi Penyelenggaraan Paket C Vokasi.


Bahan Ajar

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung