Desa Ramah Anak 2014




[ Download Lampiran ]


Konsep Desa Ramah Anak (DRA) bermula dari munculnya konsep Kota Ramah Anak (KRA). Gagasan Kota Ramah Anak  diawali dengan penelitian mengenai Children’s Perception of the Environment oleh Kevin Lynch (arsitek dari Massachusetts Institute of Technology) di 4 kota-Melbourne, Warsawa, Salta, dan Mexico City tahun 1971-1975. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kota yang terbaik untuk anak adalah yang mempunyai komunitas yang kuat secara fisik dan sosial, komunitas yang mempunyai aturan yang jelas dan tegas, yang memberi kesempatan pada anak dan fasilitas pendidikan yang memberi kesempatan anak untuk mempelajari dan menyelidiki lingkungan dan dunia mereka. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka program Growing Up In Cities (GUIC) tumbuh kembang di perkotaan-yang disponsori oleh UNESCO. Salah satu tujuan GUIC adalah mendokumentasikan persepsi dan prioritas anak, sebagai basis program peran serta, bagi perbaikan kota. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan oleh UNESCO dan MIT Press dengan judul Growing Up In Cities 1977.

Konvensi PBB tentang Hak Anak yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan Resolusi No. 44/25 tanggal 20 November 1989. Selanjutnya berbagai pertemuan dilaksanakan untuk mendorong dan mendukung upaya pemenuhan hak anak tersebut. Perwujudan kota layak anak (child friendly cities) merupakan salah satu agenda internasional yang semakin penting untuk dilaksanakan.  Perlindungan atas keamanan dan kenyamanan terhadap anak dari ancaman kekerasan baik itu yang berasal dari dalam rumah, lingkungan sekolah, lingkungan bermain maupun lingkungan sosial harus menjadi tanggungjawab seluruh stake holder yang ada di masyarakat. Hal ini juga sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 28B Ayat (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi...

Secara umum pengembangan Desa Ramah Anak bertujuan menciptakan model lingkungan yang mampu memfasilitasi tumbuh kembang anak secara komprehensif. Sedangkan secara khusus pengembangan program ini bertujuan untuk mengetahui peran: a. Pemerintah dalam mengembangkan Desa Ramah Anak? b. Masyarakat dalam mengembangkan Desa Ramah Anak? c. Swasta dalam mengembangkan Desa Ramah Anak? d. Lingkungan sekitar dalam mengembangkan Desa Ramah Anak? .(selengkapnya dapat di download) 


Bahan Ajar

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung