Model Kursus Kunjung 2014




[ Download Lampiran ]


Model kursus kunjung merupakan model kursus yang lahir dari fenomena masyarakat miskin yang tertinggal, khususnya komunitas nelayan bajo. kebiasaan komunitas nelayan bajo yang bertempat tinggal jauh dari kota (keramaian) berdampak pada kualitas hidup mereka yang monoton. Berbagai perubahan dibidang pendidikan, kesehatan, teknologi sangat lambat diikuti oleh komunitas ini sehingga daya adaptasi sosial mereka semakin rendah. Pendidikan formal dengan semua kelengkapannya bertempat  ada di kota, sedangkan di tingkat desa atau dusun hanya sebatas sekolah dasar (SD). Kondisi inilah yang dialami oleh komunitas nelayan bajo yang umumnya bertempat tinggal di desa. Mereka umumnya tamatan Sekolah dasar (SD) atau bahkan belum tamat SD. Ada juga yang melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi seperti SMTP dan SMTA, namun jumlahnya sangat terbatas. Pendidikan Nonformal sebagai salah satu akses yang dapat dinikmati oleh komunitas ini pun banyak yang berdiri di kota seperti kursus dan sejenisnya. Olehnya itu model kursus kunjung dilahirkan untuk menyambut dan memberdayakan komunitas nelayan bajo. untuk memenuhi tuntutan kebutuhan belajar masyarakat, paradigma kursus sebagai lembaga pendidikan nonforma yang selama ini banyak mengikuti pola pendidikan formal khususnya bersifat menetap di suatu kota, sebaiknya mulai memikirkan dan meningkatkan layanan, serta perhatian pada kursus kunjung yang merupakan metode jemput bola yang banyak dilakukan oleh para pengusaha dalam meningkatkan berbagai produk dan layanan kepada masyarakat. Kalau barang-barang hasil produksi bisa sampai ke pelosok desa yang tertinggal, terjauh dan terluar mengapa program pendidikan nonformal khususnya kursus tidak melakukan hal yang sama, tujuanya sama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Atas fenomena  komunitas nelayan bajo diatas, model kursus kunjung disusun dengan rancangan atau konsep pembelajaran yang dapat dilihat pada bagan 1 berikut ini.
Adapaun Indikator Keberhasilan program ini adalah : 1. Masuk dan diterimanya kursus kunjung di komunitas nelayan bajo, 2. Minimal 90% peserta didik menyelesaikan program pelatihan dengan tuntas, 3. Minimal 70 % peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan   vokasi dan kewirausahaan, 4. Minimal 30 % lulusan program Percontohan dapat menghasilkan produksi hasil kursus yang dapat dipasarkan di masyarakat, 5. Minimal 30 % lulusan 


Bahan Ajar

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung