YAPEM dan Enceng Gondok: From Nothing To Something

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Pembinaan Kursus & Pelatihan 01 November 2015 | Dibaca 725x Diposting oleh: Firman Rusliawan

YAPEM dan Enceng Gondok: From Nothing To Something

Salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah adalah dengan memberikan mereka keterampilan melalui program pemberdayaan masyarakat. Sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang ini, Yayasan Peduli Pemulung mencoba memfasilitasi program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kursus Pembuatan Souvenir Bahan Dasar Enceng Gondok.

Mengapa enceng gondok? Karena inilah bahan yang melimpah di sekitar lingkungan Yayasan Peduli Pemulung, tepatnya di daerah kanal Batua Raya. Hal ini memudahkan karena tidak perlu mencari ke tempat lain. Enceng gondok ini selanjutnya akan dibuat dan diolah menjadi souvenir seperti sendal, tikar, topi, dan beberapa jenis barang kerajinan lainnya. Produk yang sudah jadi kemudian dipasarkan dengan berkoordinasi dengan dekranasda dan pihak-pihak lain seperti toko souvenir dan hotel-hotel. Keuntungan yang didapatkan kemudian dibagi kepada para pengrajin sehingga waktu dan tenaga yang mereka berikan dapat berhasil guna.

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dimitrakan dengan BPPAUDNI Regional III dapal Program Kemitraan Tahun 2015. Sasaran dari kegiatan pembuatan souvenir ini adalah para istri dari pemulung yang memiliki waktu luang saat suaminya bekerja di luar rumah. Terkait dengan program Kemitraan, Jumat pagi (30/10/2015), tim dari BPPAUDNI Regional III mengadakan kunjungan visitasi ke Yayasan Peduli Pemulung untuk meninjau kegiatan tersebut. Tim Visitasi terdiri dari Kasi. Informasi dan Kemitraan, Agustina Ernawati; Tawakkal Talib; dan Firman Rusliawan. Dalam arahannya, Kasi. Informasi & Kemitraan menghimbau agar kiranya keterampilan yang didapatkan dapat bermanfaat khususnya dalam meningkatkan taraf hidup peserta dan membantu kondisi perekonomian keluarga. "Melalui program ini, diharapkan ibu-ibu mendapatkan nilai tambah lain selain uang, yaitu keterampilan yang masih dapat terus digunakan meskipun program pelatihan ini telah berakhir." ujar Agustina. (Firman)
(Sumber Berita: )

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Pembinaan Kursus & Pelatihan 01 November 2015 | Dibaca 725x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung