Inovasi bagi Petani Rumput Laut Jeneponto

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Pembinaan Kursus & Pelatihan 11 Oktober 2016 | Dibaca 765x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Inovasi bagi Petani Rumput Laut Jeneponto

Jeneponto - Sebagai salah satu kabupaten dengan wilayah pantai terpanjang, mencakup tujuh kecamatan, Jeneponto memiliki potensi di bidang kelautan yang cukup menjanjikan. Komoditi utama Jeneponto salah satunya adalah budidaya rumput laut. Salah satu kendala yang ditemui dalam budidaya ini adalah produksi rumput laut yang rendah akibat tidak terlalu produktif bila musim ombak besar tiba. Akibatnya, rumput laut yang dibudidayakan di laut tidak berhasil dipanen.

Tantangan ini disambut oleh salah satu staf di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jeneponto, Asri. Bermodalkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dimilikinya, Asri menemukan teknik agar rumput laut yang dibudidayakan tahan terhadap ombak, sehingga panen yang dulunya enam bulan sekali dapat menjadi empat bulan sekali.

Peluang ini dimanfaatkan oleh BPPAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan melalui Pokja Binsuslat untuk menjalin kerjasama dalam bentuk Ujicoba Operasional Model Kursus Budidaya Rumput Laut Tahan Ombak bagi Nelayan Pulau. 

Kegiatan ini diselenggarakan Senin (10/10/2016) bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanrusampe. Selain dihadiri oleh Kepala BPPAUD dan Dikmas, pembukaannya juga dihadiri oleh Ketua Penyelenggara, Arwin, dan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jeneponto, Saiful.

Dalam kapasitasnya sebagai Pengembang Model dan Ketua Penyelenggara, Arwin menjelaskan, "Mengapa kami memilih Jeneponto? Karena disinilah teknik itu dilahirkan. Diharapkan bila ujicoba ini berhasil, model ini dapat digunakan oleh nelayan lain di pulau lain dan di kabupaten lain." 

Ditambahkan pula oleh Kepala BPPAUD dan Dikmas, Pria Gunawan, bahwa tujuan utama dari keseluruhan proses kursus dan pengembangn model ini adalah peningkatan taraf hidup nelayan rumput laut sebagai pengguna akhir dari teknik tersebut.

Kerjasama ini disambut baik oleh pemangku kepentingan setempat, dalam hal ini Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Saiful. "Saat ini, pemberian bantuan langsung kepada masyarakat sangat ketat. Hal ini disebabkan penyalahgunaan  bantuan oleh pihak-pihak yang terkait. Karena itu, kerjasama seperti ini sangat bernilai bagi kami karena dapat menambah keterampilan nelayan dan dapat meningkat taraf hidupnya." demikian komentarnya. (Firman)



(Sumber Berita: Firman Rusliawan)

Firman Rusliawan
Kategori Berita: Pembinaan Kursus & Pelatihan 11 Oktober 2016 | Dibaca 765x Diposting oleh: Firman Rusliawan

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔27 Agustus 2018

    Bimbingan Teknis Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB)

  • Agenda
    🕔30 Juli 2018

    FGD Orientasi Supervisi Satuan PAUD dan Dikmas

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Peningkatan Kompetensi Penilik

  • Agenda
    🕔07 Mei 2018

    Diklat Manajemen Pengelolaan LKP

  • Agenda
    🕔10 April 2018

    Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Kota Tahun 2018

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung