Reformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Sistem Zonasi

Rusdy Embas
Kategori Berita: Kegiatan Internal Balai 17 Agustus 2019 | Dibaca 171x Diposting oleh: Rusdy Embas

Reformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Sistem Zonasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy, mengatakan, perlu ada sebuah reformasi paradigma pendidikan yang adaptif dengan perkembangan zaman. Reformasi pendidikan tersebut harus dilakukan melalui sistem zonasi.

Hal tersebut dikatakan Mendikbud dalam pidato Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas) Sulawesi Selatan, Pria Gunawan SH, Msi, pada upacara peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Halaman Upacara BP-PAUD dan Dikmas SulSel, Sabtu (17/8/2019).

Pembangunan Sumber Daya Manusia, kata Mendikbud, sejalan dengan isi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI, 1 Agustus 2018, yang menyebutkan bahwa membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan dan melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita siapkan manusia Indonesia menjadi unggul sejak dalam kandungan sampai tumbuh mandiri.

Kebijakan zonasi pendidikan menurut Mendikbud, diperlukan sebagai langkah awal untuk pemerataan pendidikan yang adil dan berkualitas. Kebijkaan zonasi bukan berhenti pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, melainkan meliputi penataan dan pemerataan guru, pemerataan infrastruktur, berbagi sumber daya, pengintegrasian pendidikan formal dan non-formal, serta penataan ekosistem pendidikan.

Dengan adanya sistem zonasi, pendidikan berkualitas tidak hanya bisa didapatkan di kota-kota besar, tetapi juga di daerah, bahkan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hal tersebut senapas dengan visi Nawacita Presiden Jokowi yaitu "Membangun dari Pinggiran."

Reformasi pendidikan untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia, juga berfokus pada pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa dilakukan dengan menguatkan pendidikan yang berfondasikan pada nilai-nilai Pancasila dan budi pekerti di seluruh ekosistem pendidikan.

Dikatakan, nilai-nilai Pancasila harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembangunan karakter bangsa juga ditempuh melalui pemajuan kebudayaan. Karena bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang menghargai budayanya. Pemajuan kebudayaan, penguatan ketahanan budaya, dan perlindungan hak kebudayaan menjadi bagian yang sangat penting.

Agar pembangunan karakter bangsa ini dapat terwujud, dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan aktif tripusat pendidikan yang meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan dalam ekosistem pendidikan.

Dalam rangka menunjang pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 di sampiang melalui Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah sejak usia dini, juga melalui pelaksanaan Wajib Belajar 12 tahun serta Revolusi Pendidikan Vokasi. 

Program Wajib Belajar 12 dibutuhkan dalam rangka mempersiapkan angkatan kerja Indonesia ke depan minimal berpendidikan sekolah menengah. Adapun kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi diharapkan dapat menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang terampil, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat mengungguli angkatan kerja negara lain dalam persaingan global.

Melalui peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia, Upacara bendera yang dilakukan serentak di seluruh satuan pendidikan di Indonesia tidak hanya dihadiri oleh siswa dan guru, namun juga diharapkan dapat diikuti oleh orangtua dan masyarakat.

Mari kita jadikan hari ini sebagai tonggak bahwa kita akan tanpa lelah terus bekerja bersama, berikhtiar, dan berjuang untuk memajukan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang unggul di berbagai bidang.

Kemerdekaan, kata Mendikbud, harus disyukuri sebagai pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan adalah sebuah capaian yang tak ternilai harganya atas perjuangan panjang dalam melawan penjajah dan penindasan.

Tak terhitung berapa jumlah pejuang dan pahlawan kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Untuk itu marilah kita bersama mengenang jasa para pahlawan Kemerdekaan sembari mendoakan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. (rusdy)

(Sumber Berita: Rusdy Embas)

Rusdy Embas
Kategori Berita: Kegiatan Internal Balai 17 Agustus 2019 | Dibaca 171x Diposting oleh: Rusdy Embas

Komentar Anda

Agenda

  • Agenda
    🕔23 Juli 2019

    Bimbingan Teknis Pamong Belajar SPNF-SKB Tahun 2019

  • Agenda
    🕔30 April 2019

    Focus Group Discussion (FGD) Validasi Draft Pengembangan Model Pembinaan Kursus dan Pelatihan Tahun 2019

  • Agenda
    🕔22 April 2019

    Orientasi Teknis Petugas Pengumpul Data dalam rangka Pemetaan Mutu Tahun 2019

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini

  • Agenda
    🕔25 Maret 2019

    Bimbingan Teknis Pengelola PKBM

Selengkapnya

Change Language

Sosial Media

Statistik Pengunjung